facebook

Kami adalah Guru Inspiratif

Kami siap mencetak generasi emas.

Menjadi Guru adalah sebuah kebanggaan

Bangga karena anak didiknya mencapai kesuksesan-kesuksesan

Belajar

Orang yang terus belajar akan menjadi pemilik masa depan, sedangkan orang yang berhenti belajar akan menjadi pemilik masa lalu.

Waktu kita terbatas

Belajar dengan keras, cerdas dan ikhlas.

Sukses adalah hak semua orang

Anda adalah orang yang HEBAT.

Showing posts with label Guru Sabah Malaysia dan Mindanao Filipina. Show all posts
Showing posts with label Guru Sabah Malaysia dan Mindanao Filipina. Show all posts

Monday, 25 May 2015

Ingin Mengajar Menjadi Guru di Luar Negeri? Inilah Salah Satu Caranya!

Mungkin diantara kita ada yang bermimpi ingin mengajar menjadi guru di luar negeri. Saya pun sendiri tertarik untuk mengajar di luar negeri. Ada sebuah program menarik yang bisa kita pilih untuk mewujudkan mimpi tersebut, yakni program guru yang memberikan pelayanan pendidikan anak-anak Indonesia di Sabah, Johor Bahru Malaysia dan Mindanao Filipina. Program ini “diluncurkan” oleh pemerintah melalui Direktorat Pembinaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Pendidikan Dasar (P2TK Dikdas). Program ini biasanya dibuka setiap tahun. Saya pun ikut berpartisipasi dengan mengikuti seleksinya pada bulan April sampai Mei 2015. Sekarang saya sedang menunggu hasil seleksi tersebut yang dijadwalkan akan diumumkan pada awal bulan Juni 2015. Ada beberapa tahap proses seleksi yang harus di lalui yakni seleksi administrasi, tes tertulis, wawancara, FGD (Focus Group Discussion) dan simulasi mengajar (micro teaching). Apabila lulus seleksi, status kepegawaian nya sebagai guru kontrak selama 2 tahun dan dapat diperpanjang kembali apabila masa kontraknya habis. Honor untuk program guru ini mencapai 15 juta/bulan.(“Weleh-weleh..Otan bisa kaya tujuh turunan ni..hehehe”) 

Program ini dilatar belakangi oleh adanya para Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang bekerja di perkebunan kelapa sawit Sabah, Johor Bahru, Malaysia. Daerah tersebut merupakan daerah perbatasan dengan Provinsi Kalimantan Utara Indonesia. Mereka masuk menjadi TKI ke Malaysia dengan cara ilegal. TKI tersebut mempunyai anak – anak yang terlantar pendidikannya. Anak-anak tersebut dilarang bersekolah di sekolah Negeri yang ada di Malaysia. Sebenarnya ada juga sekolah yang menerima anak-anak TKI yaitu sekolah Swasta. Tetapi, kalau bersekolah di sekolah Swasta biayanya tidak terjangkau oleh seorang buruh diperkebunan kelapa sawit. Mereka berpikir lebih baik tidak bersekolah daripada harus membayar mahal ke sekolah Swasta.

Berdasarkan masalah tersebut, maka pemerintah melalui Direktorat Pembinaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Pendidikan Dasar (P2TK Dikdas) Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan “turun tangan” dengan membuat sebuah program untuk memberikan  pelayanan pendidikan anak-anak Indonesia di Sabah, Johor Bahru Malaysia dan Mindanao Filipina. Program tersebut membutuhkan guru terbaik dari Indonesia yang akan mengajar di Sabah, Johor Bahru Malaysia dan Mindanao Filipina. Kuota guru yang dibutuhkan pada tahun 2015 saja mencapai  90 orang pendidik (20 orang pendidik Pegawai Negeri Sipil dan 70 orang pendidik Bukan Pegawai Negeri Sipil).

Untuk informasi pendaftaran, persyaratan dan proses seleksi program guru mengajar di Sabah, Johor Bahru Malaysia dan Mindanao Filipina tersebut secara lengkap bisa dilihat di situs P2TK Dikdas yakni di http://p2tk.dikdas.kemdikbud.go.id atau di situs 5 Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) yaitu : Universitas Pendidikan Indonesia Bandung (UPI Bandung), Universitas Negeri Semarang (UNNES), Universitas Negeri Surabaya (UNESA), Universitas Negeri Makasar (UNM), dan Universitas Negeri Medan (UNIMED).

          Nah, bagi anda yang tertarik untuk mengajar menjadi guru di Sabah, Johor Bahru Malaysia dan Mindanao Filipina!! Maka, sekarang saatnya anda mulai mempersiapkan diri untuk menghadapi proses seleksinya tahun 2016 nanti. 

Sumber: Bahan dikutif dari pelbagai sumber.