Mungkin
diantara kita ada yang bermimpi ingin mengajar menjadi guru di luar negeri.
Saya pun sendiri tertarik untuk mengajar di luar negeri. Ada sebuah program menarik
yang bisa kita pilih untuk mewujudkan mimpi tersebut, yakni program guru yang
memberikan pelayanan pendidikan anak-anak Indonesia di Sabah, Johor Bahru
Malaysia dan Mindanao Filipina. Program ini “diluncurkan” oleh pemerintah
melalui Direktorat Pembinaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Pendidikan Dasar
(P2TK Dikdas). Program ini biasanya dibuka setiap tahun. Saya pun ikut
berpartisipasi dengan mengikuti seleksinya pada bulan April sampai Mei 2015. Sekarang
saya sedang menunggu hasil seleksi tersebut yang dijadwalkan akan diumumkan
pada awal bulan Juni 2015. Ada beberapa tahap proses seleksi yang harus di
lalui yakni seleksi administrasi, tes tertulis, wawancara, FGD (Focus Group
Discussion) dan simulasi mengajar (micro teaching). Apabila lulus seleksi, status
kepegawaian nya sebagai guru kontrak selama 2 tahun dan dapat diperpanjang
kembali apabila masa kontraknya habis. Honor untuk program guru ini mencapai 15
juta/bulan.(“Weleh-weleh..Otan bisa kaya tujuh turunan ni..hehehe”)
Program
ini dilatar belakangi oleh adanya para Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang bekerja
di perkebunan kelapa sawit Sabah, Johor Bahru, Malaysia. Daerah tersebut
merupakan daerah perbatasan dengan Provinsi Kalimantan Utara Indonesia. Mereka
masuk menjadi TKI ke Malaysia dengan cara ilegal. TKI tersebut mempunyai anak –
anak yang terlantar pendidikannya. Anak-anak tersebut dilarang bersekolah di
sekolah Negeri yang ada di Malaysia. Sebenarnya ada juga sekolah yang menerima
anak-anak TKI yaitu sekolah Swasta. Tetapi, kalau bersekolah di sekolah Swasta
biayanya tidak terjangkau oleh seorang buruh diperkebunan kelapa sawit. Mereka berpikir
lebih baik tidak bersekolah daripada harus membayar mahal ke sekolah Swasta.
Berdasarkan
masalah tersebut, maka pemerintah melalui Direktorat Pembinaan Pendidik dan
Tenaga Kependidikan Pendidikan Dasar (P2TK Dikdas) Direktorat Jenderal
Pendidikan Dasar Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan “turun tangan” dengan membuat
sebuah program untuk memberikan pelayanan pendidikan anak-anak Indonesia di
Sabah, Johor Bahru Malaysia dan Mindanao Filipina. Program tersebut membutuhkan
guru terbaik dari Indonesia yang akan mengajar di Sabah, Johor Bahru Malaysia
dan Mindanao Filipina. Kuota guru yang dibutuhkan pada tahun 2015 saja mencapai 90 orang pendidik (20 orang pendidik Pegawai
Negeri Sipil dan 70 orang pendidik Bukan Pegawai Negeri Sipil).
Untuk
informasi pendaftaran, persyaratan dan proses seleksi program guru mengajar di
Sabah, Johor Bahru Malaysia dan Mindanao Filipina tersebut secara lengkap bisa
dilihat di situs P2TK Dikdas yakni di http://p2tk.dikdas.kemdikbud.go.id atau di situs 5
Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) yaitu : Universitas Pendidikan
Indonesia Bandung (UPI Bandung), Universitas Negeri Semarang (UNNES), Universitas
Negeri Surabaya (UNESA), Universitas Negeri Makasar (UNM), dan Universitas
Negeri Medan (UNIMED).
Nah, bagi anda yang tertarik untuk mengajar menjadi guru di Sabah, Johor Bahru Malaysia dan Mindanao Filipina!! Maka, sekarang saatnya anda mulai mempersiapkan diri untuk menghadapi proses seleksinya tahun 2016 nanti.
Nah, bagi anda yang tertarik untuk mengajar menjadi guru di Sabah, Johor Bahru Malaysia dan Mindanao Filipina!! Maka, sekarang saatnya anda mulai mempersiapkan diri untuk menghadapi proses seleksinya tahun 2016 nanti.
Sumber: Bahan dikutif dari pelbagai sumber.











