facebook

Kami adalah Guru Inspiratif

Kami siap mencetak generasi emas.

Menjadi Guru adalah sebuah kebanggaan

Bangga karena anak didiknya mencapai kesuksesan-kesuksesan

Belajar

Orang yang terus belajar akan menjadi pemilik masa depan, sedangkan orang yang berhenti belajar akan menjadi pemilik masa lalu.

Waktu kita terbatas

Belajar dengan keras, cerdas dan ikhlas.

Sukses adalah hak semua orang

Anda adalah orang yang HEBAT.

Showing posts with label Inspirasi. Show all posts
Showing posts with label Inspirasi. Show all posts

Saturday, 12 March 2016

GURU BISA JADI PENGUSAHA

Bergabung nya saya di Paytren berawal dari sebuah “Keresahan” hati saya. Yupz, keresahan masalah finansial. Hehee
Saya hanya bekerja sebagai guru honorer di sebuah sekolah negeri yang jauh dari keramaian kota. Setiap bulan saya di bayar Rp. 300.000,00. Bayaran nya pun di bayarkan setiap 3 bulan sekali. Setiap bulan saya pun hanya bisa “Gigit jari” karena finansial saya gak mencukupi.
Dari sana pun saya berpikir untuk mencari peluang bisnis yang bisa membantu menyelesaikan “keresahan hati ini”. Hehe ..... Bisnis yang bisa dikerjakan dari rumah bahkan dimana saja supaya tidak mengganggu aktifitas saya sebagai seorang guru. Intinya bisnis yang flexible.
Jreeeng! Jreeng! Jreeng! Ketika saya buka FB, saya baca sebuah iklan tentang Paytren. Saya pun mulai tertarik dan mempelajari seluk beluk Paytren ini dari Mbah Google.
Setelah saya pelajari saya pun berniat bergabung dengan menginvestkan gaji saya selama 3 bulan di Paytren. Saya ambil paket Silver dulu karena paket itulah yang masih bisa saya tempuh.
Sebelum saya gabung di Paytren saya bertanya kepada calon leader/sponsor saya yaitu Kang Asdin. “Apa kiat-kiat sukses Kang Asdin di bisnis Paytren?” Tanya saya.
Kang Asdin menjawab “Ada dua hal yang mebuat saya sukses di Paytren yaitu kita harus dengan cepat membangun konektivitas dengan sesama manusia dan konektivitas dengan Allah. Itu aja!!. Konektivitas dengan manusia memakai Ilmu digital marketing dan kalau dengan Allah memakai Ilmu UYM”.
Setelah percakapan itu saya pun semakin penasaran. Apa itu Ilmu UYM? Dan apa itu ilmu digital marketing?
Hal-hal itu masih terdengar asing ditelinga saya yang notabene basic saya hanya sebagai seorang guru SD.
Semenjak saya gabung di Paytren saya pun mendapatkan jawaban dari rasa penasaran saya sebelumnya.
1.       Apa itu ilmu Uym?
Ternyata ilmu UYM adalah ilmu Ustad Yusuf Mansur. Hehehe
Pertanyaan lebih jauh lagi apa saja ilmu Ustad Yusuf Mansur itu?
Setelah saya baca-baca di beberapa sumber, ada tiga hal yang menjadi ilmu beliau dan saya singkat dengan 3K. Apa itu 3K? 3K adalah singkatan dari Kencengin ibadahnya, Kencengin doa’nya dan Kencengin gerak/usahanya. Intinya kalau kita ingin kaya maka harus deket-deket sama yang Maha Kaya. Kita harus yakin sama kekuatan Allah. Kalau Allah mengatakan “Jadi” ya terjadilah “Kun Fayakun”. Gak ada yang tak mungkin bagi Allah.
2.       Pertanyaan selanjutnya, apa itu ilmu digital marketing?
Pertanyaan ini pun terjawab setelah saya mendapatkan panduan-panduan  dan tool-tool marketing di forum PMT (Paytren Millionaire Team).
Saya pun terus mempraktekkan kiat-kiat sukses ala Kang Asdin yang sudah terbukti tokceeeeeer, kereeeen abis membuat usaha Paytren nya laris Maniiisss..
Semenjak saya gabung diPaytren Subhanallah banyak sekali manfaat yang saya dapatkan. Saya dapat penghasilan yang bisa “mengobati keresahan finansial” saya dan yang lebih mantap lagi saya berkumpul dengan orang-orang yang positif sehingga ruhiyah saya InsyaAllah terisi terus.
Dalam waktu sebulan saya bisa mendapatkan mitra 12-13 orang. Padahal saya profesinya hanya sebagai guru. Pagi berangkat kerja ke sekolah, dan pulang siang dari sekolah. Nah, setelah pulang dari sekolah itulah saya mencoba untuk berbisnis Paytren. Saya pun memanage bisnis Paytren ini untuk promosi di FB dalam sehari mengupdate status Paytren 6 kali.
Dua status pagi-pagi sebelum berangkat sekolah. Satu status waktu istirahat sekolah. Satu status waktu siang hari pas pulang sekolah. Satu status sore hari ba’da Ashar dan satu status lagi ba’da Maghrib. Itu saya lakukan rutin. Pasang status nya 40% inspirasi dan 60% tentang Paytren.
Alhamdulillah berkat kiat-kiat sukses ala Kang Asdin, saya pun sekarang  mendapatkan peringkat Star Leader di Paytren dan berhak mendapatkan 1 unit Smartphone.
Andrie Wongso mengatakan “Success Is My Right”. Sukses adalah hak semua orang. Dan anda pun berhak untuk sukses di Paytren.
Semoga cerita ini bisa memberikan Inspirasi untuk sahabat-sahabat semuanya.
Salam Sukses Berjamaah.
#GuruBisaJadiPengusaha
#GoBronzeLeader
#PaytreninAja

Sahabat mau daftar Paytren?
Silakan hubungi saya via WhatsApp atau Line (085352410231) atau bisa juga lewat Pin BBM (5E9FCF49)
Info lebih lengkap Paytren silakan kunjungi www.leaderpaytren.co.id

Wednesday, 11 November 2015

SEKOLAH UNTUK PARA BINATANG

Terinspirasi dari tulisan Thomas Amstrong yang terdapat dalam buku Ayah Edy “Rahasia Ayah Edy Memetakan Potensi Unggul Anak”. Tulisannya itu berjudul “Sekolah Untuk Para Binatang”. Dalam tulisan itu dikisahkan sekolah para binatang yang statusnya “disamakan dengan manusia”. Sekolah binatang tersebut mewajibkan semua binatang seperti elang, tupai, bebek, rusa dan katak harus bisa lulus pada lima mata pelajaran pokok yaitu terbang, berenang, memanjat, berlari dan menyelam.
Terlihat jelas bahwa beberapa jenis binatang sangat unggul dalam mata pelajaran tertentu. Elang unggul dalam pelajaran terbang. Tupai unggul dalam pelajaran memanjat.  Bebek unggul dalam pelajaran berenang. Rusa unggul dalam pelajaran berlari dan katak unggul dalam pelajaran menyelam.
Begitulah, mereka sangat unggul dalam mata pelajaran tertentu. Namun, kurikulum sekolah mewajibkan mereka untuk lulus di semua mata pelajaran tersebut. Para binatang pun satu demi satu mulai mempelajari mata pelajaran lain yang tak dikuasai bahkan tak disukainya.
Elang belajar untuk berenang dan menyelam sampai-sampai ia pingsan kehabisan nafas. Tupai belajar terbang sehingga tubuhnya malah penuh dengan luka. Bebek belajar memanjat terus walaupun ia terjatuh dan terluka. Semua binatang belajar susah payah untuk mempelajari mata pelajaran yang tidak disukainya.
Lalu, perlahan–lahan elang pun kehilangan kemampuannya dalam terbang, tupai lupa cara memanjat, bebek sudah tidak dapat lagi berenang dengan baik, katak sudah tidak lagi kuat untuk menyelam.
Akhirnya tak satupun murid-murid disekolah itu lulus. Dan yang paling menyedihkan adalah kemampuan asli mereka jadi hilang setelah keluar dari sekolah. Kemampuan alami mereka telah “dihancurkan” oleh kurikulum sekolahnya.
Dari ringkasan cerita fabel diatas,  kita harus sadar bahwa sistem persekolahan manusia yang ada pada saat ini tidak jauh beda dengan sistem persekolahan para binatang di atas. Kurikulum sekolah yang ada pada saat ini mewajibkan anak untuk lulus di semua mata pelajaran. Anak-anak dipaksa untuk menguasai semua mata pelajaran dan melupakan potensi unggul yang dimiliki oleh setiap anak.
Setelah anak-anak lulus dari sekolah dan bekerja, mereka akan bekerja setengah-setengah karena tidak sesuai dengan potensi unggulnya. Bahkan ada yang bekerja diluar latar belakang pendidikannya. Yang lebih parah lagi, mereka seringkali tawuran, terlibat kedalam pergaulan yang bebas dan lain-lain. Akankah sistem pendidikan yang ada saat ini terus dipertahankan? Apa kata dunia!!


Inspirasi tulisan dikutif dari buku Ayah Edy “Rahasia Ayah Edy Memetakan Potensi Unggul Anak”

Tuesday, 13 October 2015

PELAJARAN APA YANG DISUKAI ANAK SD? (bagian 2)

Ketika saya mengajar di kelas rendah khususnya siswa SD kelas 2 dan 3, pelajaran yang paling siswa sukai adalah menggambar dan olahraga. Kali ini saya akan berbagi inspirasi tentang pelajaran olahraga yang disukai siswa SD. Yang pelajaran menggambar sudah saya bahas di artikel sebelumnya. Kalau belum baca Klik disini aja!!
“Pak, besok kita pelajaran olahraga ya?” (tanya siswa dengan penuh harapan)
“Ya!! Jadi, besok kalian harus memakai baju olahraga semuanya”
“Horeeeeee!! Asyiiiiiiiiiiiiiiikk!”(siswa sangat senang dan bersemangat sekali).
Dari percakapan tersebut pelajaran olahraga adalah salah satu pelajaran yang paling disukai siswa SD khususnya siswa kelas rendah. Pelajaran yang paling sering mereka tanyakan kepada saya ketika mengajar adalah olahraga dan menggambar. Pelajaran lain seperti matematika, IPA dll kurang begitu mereka sukai. Kenapa ini bisa terjadi? Terus, apa hubungan antara olahraga dengan keberhasilan dalam pembelajaran?
Pernahkah anda mengenal teori pendidikan progresif oleh John Dewey?
Teori pendidikan progresif oleh John Dewey menerapkan prinsip pembelajaran sambil melakukan (learning by doing). Dalam pendidikan progresif, isi pengajaran berasal dari pengalaman siswa sendiri yang sesuai dengan minat dan keutuhannya. Siswa akan memperoleh pengalaman langsung dengan ikut aktif terlibat melakukan kegiatan-kegiatan dalam pembelajaran.
Siswa SD khususnya kelas rendah, prinsip belajar sambil melakukan ini lebih ditekankan. Pengalaman belajar dengan cara praktek langsung akan menghasilkan belajar yang tidak mudah dilupakan. Siswa di arahkan untuk melakukan kegiatan belajar secara langsung.
Saya pun berpendapat bahwa pelajaran olahraga sesuai dengan teori pendidikan progresif John Dewey (learning by doing). Olahraga akan memberikan pengalaman belajar langsung kepada siswa. Siswa akan terlibat aktif dalam kegiatan olahraga. Di dalam olahraga semua indra siswa aktif bergerak sehingga pembelajaran yang dilakukan akan lebih bermakna.
Pelajaran olahraga pun, “bak menjadi pelajaran primadona” bagi siswa. Pelajaran yang paling ditunggu siswa adalah pelajaran olahraga. Mereka begitu antusias dan senang dalam mengikuti pembelajaran olahraga karena pelajaran olahraga memfasilitasi siswa untuk memperoleh pengalaman belajar secara langsung dengan ikut terlibat dalam pembelajaran.
Dari pengalaman ini, saya pun mendapatkan hikmah bahwa kalau kita menginginkan siswa bersemangat dan menyukai pelajaran lain seperti matematika, IPA dan lain-lain. Maka kita harus bisa memberikan pengalaman belajar secara langsung kepada siswa. Siswa harus dilibatkan aktif dalam proses pembelajaran. Siswa harus belajar sambil melakukan (learning by doing) sesuai dengan teori pendidikan progresif John Dewey.

Semoga menginspirasi!!

Sunday, 13 September 2015

BAGAIMANAKAH BENTUK RPP YANG BAIK ITU?

 “Kegagalan dalam berencana maka sama saja kita sedang merencanakan kegagalan”. Ungkapan ini pun berlaku dalam sebuah pembelajaran. Pembelajaran harus dilakukan secara sadar dan terencana. Perencanaan dalam pembelajaran dikenal dengan RPP (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran). Guru harus mampu membuat RPP dengan baik supaya tujuan pembelajaran dapat tercapai dengan baik pula.
Bagaimanakah bentuk RPP yang baik itu?. Pertanyaan ini ada dipikiran saya ketika selesai ujian Micro Teaching Pendamping Sekolah Makmal Pendidikan Dompet Dhuafa tahun 2013 lalu. Kebetulan, setelah  selesai Micro Teaching ada sesi tanya jawab. Pertanyaan tentang “Bagaimana bentuk RPP yang baik pun?” terlontar dari mulut saya kepada tim penilai Micro Teaching.
Salah satu Tim penilai Micro Teaching yaitu Pak Asep Sapa’at (Aktivis Sekolah Guru Indonesia) menjawab pertanyaan dari saya. Beliau pun memberikan penjelasan yang intinya sebagai berikut:
Format RPP itu tidak perlu dipermasalahkan. Mau bentuknya dideskripsikan silahkan, mau yang tabel juga silahkan karena yang terpenting dari RPP itu harus memuat Tujuan, Strategi dan Evaluasi yang saling berhubungan satu sama lain.
Pak Asep Sapa’at pun secara lebih lanjut menjelaskannya dengan menggunakan ilustrasi gambar di bawah ini!
Di dalam sebuah RPP maka harus ada Tujuan pembelajaran. Tujuan pembelajaran ini merupakan hasil belajar yang harus di capai oleh siswa. Tujuan pembelajarn harus memuat berbagai ranah yang dapat diukur sesuai dengan Taksonomi Bloom yakni kognitif, afektif dan psikomotor.
Terus, bagaimanakah cara untuk mengetahui ketercapaian tujuan pembelajaran? Apakah ada sesuatu yang dapat digunakan untuk membantu  mencapai tujuan pembelajaran tersebut?
Strategi pembelajaran dapat membantu ketercapaian tujuan pembelajaran. Maka, RPP harus dibuat guru dengan menggunakan strategi yang sesuai dengan tujuan yang hendak dicapai.
Nah, cara untuk mengetahui ketercapaian tujuan pembelajaran adalah dengan melakukan evaluasi. Evaluasi harus mencakup ranah kognitif, afektif dan psikomotor yang sesuai dengan tujuan pembelajaran yang akan dicapai. Ada beberapa evaluasi yang dapat digunakan yakni PG, Essay, observasi, portofolio dan lain-lain.
Secara sederhana, RPP yang baik adalah RPP yang memuat Tujuan, Strategi dan Evaluasi yang saling berhubungan satu sama lain. Buatlah tujuan pembelajaran yang dapat diukur karena jika sesuatu dapat DIUKUR, maka dapat DIEVALUASI.
Pada artikel ini saya akan memberikan contoh RPP yang memuat Tujuan, Strategi dan Evaluasi yang saling berhubungan.

Silahkan download klik disini

PELAJARAN APA YANG DISUKAI ANAK SD? (bagian 1)

Sempat terlintas di dalam pikiran pertanyaan tentang “Pelajaran apa yang paling disukai oleh anak SD?”. Pertanyaan itu pun mulai terjawab ketika saya mengajar di kelas 2 dan 3 SDN Indularang Kecamatan Taraju Kab Tasikmalaya. Berdasarkan catatan lapangan, pelajaran yang paling mereka sukai adalah menggambar dan olahraga. Kali ini saya hanya akan berbagi inspirasi tentang pelajaran menggambar saja. Yang pelajaran olahraga nyusul aja yaaa di bagian 2..hehehe

“Pak, kapan kita menggambar lagi?” (tanya siswa dengan penuh harapan)
“Ok, kita sekarang menggambar!!”
“Asyiiiiiiiiik....Horeeeeee!!!”(siswa sangat antusias sekali menyambutnya bahkan ada yang sampai loncat-loncatan. Terlihat sekali di raut wajah mereka betapa mereka sangat senang sekali dengan menggambar).

Nah, dari percakapan di atas sayapun mendapatkan “sinyal” bahwa siswa SD suka dengan pelajaran menggambar khususnya anak-anak kelas rendah. Pelajaran yang paling sering mereka tanyakan kepada saya ketika mengajar adalah menggambar dan olahraga. Pelajaran lain seperti matematika, IPA dll kurang begitu mereka sukai. Kenapa ini bisa terjadi? Terus, apa hubungan antara menggambar dengan keberhasilan dalam pembelajaran?

Pernahkah anda mengenal konsep Triune Brain dari Paul D. MacLean? Konsep Triun Brain adalah pembagian otak manusia menjadi tiga, yaitu otak reptil, otak limbik (mamalia), dan otak neokorteks. Triune Brain ini adalah saluran arus informasi. Pertama-tama informasi masuk lewat otak reptil. Jika otak reptil terpuaskan, informasi tersebut akan masuk ke otak limbik. Jika otak limbik terpuaskan. Informasi tersebut akan diolah otak neokorteks dalam aktivitas berpikir. Neokorteks lah yang dapat membuat siswa berpikir untuk belajar.

Sebaliknya, jika otak reptil tidak terpuaskan maka informasi yang masuk ke otak limbik tidak akan sempurna, begitupun jika masuk ke otak neokorteks akan terjadi proses berpikir yang kurang sempurna.

Di dalam pembelajaran pun, arus informasi otak ini tentunya terjadi juga. Artinya, jika otak reptil siswa terpuaskan dalam proses belajar, maka selera belajar siswa pun akan tinggi dan hasil belajarnya pun akan meningkat. Intinya, puaskan dulu otak reptil agar bagian otak limbik dan neokorteks terpuaskan juga.

Berikut ilustrasi gambar arus informasi Triune Brain:
Terus, bagaimana cara untuk memuaskan otak reptil? Dalam buku Turbo Neuro Selling karya Awie Suwandi, menjelaskan ada beberapa stimulus yang baik untuk mengakses otak reptil, yaitu:
1.      Stimulus yang fokus pada diri individu yang bersangkutan.
2.      Stimulus yang mengandung kontras.
3.      Stimulus yang bersifat konkret, nyata, dan bisa diterima secara langsung oleh pancarindera.
4.      Stimulus yang merupakan awal dan akhir sebuah proses.
5.      Stimulus yang bersifat visual.

Dari beberapa stimulasi tersebut, otak reptil menyukai stimulus yang bersifat visual. Dengan kata lain, otak reptil menyukai gambar. Saya pun tak heran mengapa siswa sangat menyukai pelajaran menggambar? Karena pelajaran menggambar dapat memuaskan otak reptil. Jika otak reptil terpuaskan maka bagian otak yang lainnya pun akan berjalan dengan baik. Siswa pun akan merasa sangat bersemangat belajar apabila otak reptil terpuaskan. Jadi, kalau kita ingin agar siswa menyukai pelajaran lain seperti matematika, IPA dan lain-lain maka kita harus memuaskan terlebih dahulu otak reptil. Salah satu cara memuaskan otak reptil yaitu menggunakan gambar.

Semoga menginspirasi!!

Tuesday, 25 August 2015

LEBIH KAYA MANA? GURU? ATAU ARTIS?

Ketika saya “berselancar” di dunia maya, secara “tak sengaja” saya membaca tulisan “GURU DIBAYAR MURAH DITUNTUT UNTUK PERBAIKI KARAKTER DAN AKHLAK ANAK-ANAK, SEDANGKAN ARTIS SINETRON DIBAYAR MAHAL UNTUK MERUSAK AKHLAK ANAK-ANAK”. Tulisan tersebut pun “menggelitik” pemikiran saya. Apakah benar guru itu dibayar lebih murah daripada artis?
Selama 6 hari guru selalu mengajar di kelas. Itu artinya selama hampir satu minggu guru selalu menyedekahkan ilmu nya kepada siswa. Saya pikir ini lebih kaya daripada menjadi artis. Guru memberikan manfaat ilmu kepada siswa, sedangkan artis hanya merusak karakter siswa.
Di dalam buku The Miracle Of Giving (Ust. Yusuf mansur) disebutkan Matematika sedekah. Ketika kita memberi/sedekah dari apa yang kita punya, Allah justru akan mengembalikannya lebih banyak lagi. Matematika sedekah ini diambil dari QS. Al-An’am ayat 160 yaitu Allah menjanjikan balasan 10 kali lipat bagi mereka yang melakukan kebaikan.
Contoh matematika sedekah:
10 – 9 = 19
Kita mempunyai 10 ilmu, lalu kita sedekahkan 1 ilmu diantara yang sepuluh itu kepada siswa, maka hasil akhirnya bukan 9, melainkan 19. Sebab, satu ilmu yang kita sedekahkan dikembalikan oleh Allah sepuluh kali lipat. Itu baru memberikan satu ilmu kepada satu siswa.
Dalam satu hari, saya bisa memberikan 3 mata pelajaran atau lebih kepada siswa dan mengajar 23 siswa di kelas III. Kalau dihitung dengan matematika sedekah:
3 x 10 x 23 = 690
Saya mengajarkan 3 mata pelajaran kepada siswa, maka Allah kembalikan ilmu tersebut 10 kali lipat, hasilnya 30.  Di kelas tersebut saya mengajar 23 siswa, maka hasil yang 30 dikali lagi dengan 23 siswa, hasilnya 690. Ini baru satu hari, coba kalau nyampe enam hari. 690 x 6 = 4.140.
Woow!! Funtastic!! Saya pikir ini bayaran yang lebih hebat jika di bandingkan dengan artis. Guru memberikan manfaat yang laurbiasa dan dibayar sama Allah.  
Memang kalau hanya dipandang secara materi, guru kalah dengan artis. Tetapi secara amal, guru lebih kaya dari artis karena guru dibayar sama Allah. Allah janjikan akan memberikan pahala 10 kali lipat bagi mereka yang berbuat baik. Kebaikan ini ada pada guru karena guru selalu menyedekahkan ilmu nya kepada siswa.
Sekarang kita lihat artis. Secara materi, artis memang dibayar mahal untuk merusak karakter anak. Tetapi, apakah bayaran yang dia dapatkan akan berkah? Apakah pekerjaan artis tersebut memberikan manfaat kepada orang lain sehingga memberikan pahala yang berlipat-lipat?. Saya pikir pekerjaan menjadi guru lebih mahal bila dibandingkan menjadi artis. Guru terus menyebarkan kebaikan dengan menyedekahkan ilmu nya kepada siswa. Guru yang mengajar 23 siswa selama enam hari saja sudah mendapatkan 4.140 pahala. Luar biasa!!
Saya bangga sekali menjadi guru meskipun masih menjadi guru honorer. Kalau berbicara materi, saya hanya di gaji 300.000/bulan. Saya mendapatkan gaji 3 bulan sekali ketika BOS sekolah cair. Jadi, saya hanya di gaji 900.000/3bulan. Sekolah tempat saya mengajar berada di daerah yang cukup terpencil. Alhamdulillah saya masih bisa menggunakan kendaraan bermotor untuk menuju kesana walaupun jalanan banyak berliku dan sempit. Perlu waktu 30 menit perjalanan dari rumah ke sekolah.
Tetapi, meskipun saya sudah mengetahui keadaan menjadi guru diposisi saya seperti itu, saya masih merasa bangga karena saya akan dibayar oleh yang Maha Kaya yaitu Allah. Saya bangga karena saya dapat menyedekahkan ilmu saya setiap hari kepada siswa meskipun secara materi kecil dan letak sekolahnya pun cukup jauh.
Saya yakin, Allah tidak akan menyianyiakan hambanya yang berbuat baik. Sehingga dengan ini saya yakin bahwa guru dibayar lebih mahal jika dibandingkan dengan artis. Guru di bayar oleh Allah. Ini adalah keajaiban Matematika Allah.


Sunday, 2 August 2015

BAGAIMANA CARA MENGATASI SISWA YANG BOSAN UNTUK BELAJAR?

Apakah anda mempunyai siswa yang terlihat bosan ketika belajar di kelas? Siswa tidak semangat belajar, tidak mau menulis, tidak melakukan perintah yang diberikan guru, malas datang ke sekolah.
Permasalahan yang disebutkan di atas pernah saya alami ketika mengajar di kelas II SDN Indularang tahun pelajaran 2014-2015. Banyak siswa yang tidak semangat untuk belajar, tidak mau menulis bahkan malas untuk datang ke sekolah.
Dengan berkaca pada pengalaman tersebut pada tahun ajaran 2014-2015 saya harus bisa memotivasi mereka untuk belajar di kelas. Tahun pelajaran 2015-2016 saya diberikan kesempatan untuk mengajar di kelas III. “Bekas” murid saya di kelas II. hehehe
Cara yang saya lakukan untuk memotivasi siswa untuk belajar adalah dengan membuat “Display Sang Juara”. Display Sang Juara adalah suatu display yang dibuat untuk memberikan penghargaan kepada siswa supaya terus termotivasi dalam belajar. Segala kebaikan yang dilakukan siswa perlu diapresiasi oleh guru dengan memberikannya penghargaan. Kebaikan-kebaikan yang dilakukan siswa sekecil apapun harus diberikan penghargaan karena kodrat manusia adalah senang untuk dihargai. Siswa yang rajin ke sekolah, mendapatkan nilai tertinggi, suka menolong teman dan berlaku sopan, perlu sekali untuk diberikan penghargaan agar mereka terus termotivasi melakukan kebaikan-kebaikan.
Display Sang Juara ini saya buat dengan bahan yang sederhana. Bermodalkan kertas karton, kertas HVS, pencil warna dan lain-lain, Display Sang Juara pun bisa dibuat. Penghargaan dengan Display Sang Juara diberikan kepada siswa setiap hari. Pada akhir semester, bintang yang dikumpulkan siswa dihitung secara akumulatif. Siswa yang mendapatkan bintang terbanyak akan mendapatkan hadiah dari guru. Selain itu, siswa yang melakukan hal-hal yang kurang baik, bintang yang dimilikinya akan DIHAPUS. Siswa yang melanggar tata tertib kelas, berkelahi, mencuri dan terlambat datang, maka bintangnya akan dihapus. Saya memasang bintang nya di papan display dengan menggunakan pencil berwarna sehingga mudah untuk dihapus. Praktis bukan? Hehehe 
Ada beberapa kriteria bintang yang akan di dapatkan siswa ketika melakukan hal-hal yang baik. Berikut adalah gambar kriteria bintang tersebut.
Gambar kriteria bintang
Setelah saya implementasikan Display Sang Juara tersebut. Siswa menjadi termotivasi untuk belajar. Siswa yang malas pun menjadi rajin ke sekolah bahkan siswa yang sakit atau ijin tidak masuk kelas, selalu memberikan surat kepada saya. Padahal sebelumnya tidak pernah melakukan hal tersebut. Siswa tersebut tidak mau dianggap sebagai siswa yang tidak hadir karena apabila tidak hadir maka dia tidak mendapatkan bintang.
Ketika saya menyuruh siswa melakukan sesuatu misalkan menulis atau tampil didepan kelas untuk berbicara, siswa sangat bersemangat melakukannya bahkan sampai berebut ingin tampil di depan kelas. Siswa sangat bersemangat karena akan mendapatkan bintang. Siswa termotivasi untuk terus belajar di kelas.
Itulah salah satu pengalaman yang saya alami untuk mengatasi siswa yang bosan untuk belajar.

Semoga menginspirasi!!  

BAGAIMANA CARA MENGATASI KELAS YANG HIPERAKTIF?

Apakah anda berprofesi sebagai pendidik?
Pernahkah anda berhadapan dengan kelas yang hiperaktif? Kelas yang ramai, ribut dan gaduh pada saat proses pembelajaran. Siswa teriak di sana sini sampai suasana kelas tak terkendali  bahkan sampai ada siswa yang berkelahi.
Terus, bagaimana perasaan anda ketika menghadapi kelas yang hiperaktif tersebut? Stres? Kesal? Marah?
Tenang-tenang. Kalau anda sebagai pendidik yang baik, maka anda harus tenang dalam menyikapinya. Masalah tersebut dapat diselesaikan.
Alhamdulillah pada tahun ajaran 2015-2016 saya diberikan amanah untuk mengajar kelas III di SDN Indularang Kec Taraju Kab tasikmalaya. Kelas III yang saya tangani ini dikenal dengan kelas hiperaktif. Rata-rata siswa nya tak bisa diam dan ramai tak terkendali. Sehingga saya perlu melakukan sesuatu untuk mengatasi kelas yang hiperaktif tersebut. Saya anggap bahwa kelas III ini memberikan tantangan kepada saya.
Pengalaman saya ketika menjadi Pendamping Sekolah di Makmal Pendidikan Dompet Dhuafa mengajarkan bahwa untuk menghadapi kelas hiperaktif maka kita harus mempunyai manajemen kelas yang baik. Singkatnya, kelas yang baik adalah kelas yang manajemennya baik juga. Kelas harus punya “alat tempur” yaitu prosedur atau tata tertib sehingga kelas pun aman terkendali.
Sebuah kelas memerlukan tata tertib. Pada saat kita berhadapan dengan siswa yang hiperaktif, maka dibutuhkan sebuah tata tertib yang disepakati agar pembelajaran dikelas dapat berjalan secara kondusif. Tata tertib tersebut harus diimplementasikan dengan baik, bukan hanya sebagai pajangan semata. Tata tertib perlu dipajang dikelas supaya siswa dapat terus menerus melihat dan memahami tata tertib tersebut. 
Sayapun mencoba untuk membuat tata tertib kelas untuk menghadapi kelas yang hiperaktif. Saya harus bisa menaklukan kelas tersebut. Tata tertib kelas tersebut saya buat dari bahan-bahan yang sederhana, yaitu kertas karton, tali, jepitan baju, kertas HVS, patlot dan pensil warna. Tata tertib kelas ini saya pajang sebagai display di kelas. Adapun tata tertib kelas III yaitu:
1.      Siswa piket datang 15 menit sebelum bel berbunyi
2.      Saat bel berbunyi, siswa berbaris didepan kelas  dipimpin oleh salah satu siswa
3.      Salim dengan Bapak guru, kemudian masuk kelas dengan tertib
4.      Membersihkan tempat duduk masing-masing dari sampah
5.      Duduk dengan rapi ditempat duduk masing-masing
6.      Berdoa dipimpin oleh salah satu siswa secara bergantian
7.      Siswa yang datang terlambat:
-       Mengetuk Pintu
-       Mengucapkan salam, “Assalamualaikum Wr.Wb”
-       Mengucapkan “Maaf, apakah saya boleh masuk?”
-       Siswa dipersilakan duduk sesuai tempat duduknya
8.      Siswa memperhatikan guru ketika mengajar
9.      Siswa yang ingin bertanya, menjawab dan izin ke kamar mandi mengangkat jari telunjuk tangan kanan
10.  Siswa bermain, makan dan minum pada waktu istirahat
11.  Sebelum pulang sekolah:
-       Merapikan alat tulis setelah diminta guru
-       Merapikan pakaian dan sepatu
-       Memungut sampah dan membuangnya ke tempat sampah
-       Duduk rapi dan berdoa dipimpin oleh salah satu siswa secara bergantian
-       Salim dengan guru dan keluar dengan tertib
Ketika saya implementasikan tata tertib tersebut, kelas pun dapat terkendalikan. Tidak ada lagi siswa yang ngobrol, makan dan minum di kelas. Tidak ada lagi siswa yang ribut, ramai, gaduh dan berteriak ketika proses pembelajaran berlangsung. Tata tertib tersebut membuat kelas menjadi rapi dan teratur. Sebagai bentuk penghargaan maka saya setiap hari selalu memberikan bintang kepada siswa yang taat terhadap tata tertib. Siswa memerlukan penghargaan agar terus termotivasi untuk melakukan hal-hal yang baik. Inilah salah satu cara yang saya lakukan dalam mengatasi kelas yang hiperaktif.
Semoga menginspirasi!!

Tuesday, 14 July 2015

BAHAGIA ITU SEDERHANA!!

“Bahagia itu sederhana!”. Itulah ungkapan yang sering diucapkan oleh sebagian orang. Ungkapan tersebut memang benar adanya. Bahagia itu memang sederhana! Anda belum percaya?
Mahatma Ghandi mengatakan bahwa “bahagia itu dimulai dari dalam, bukan dari luar”. Berdasarkan hal tersebut, andalah sendiri  yang dapat memutuskan untuk bahagia atau tidak, bukan berdasarkan kepemilikkan sesuatu dari luar. Sederhana bukan?. Kuncinya adalah bersyukur atas apa yang anda miliki. Alqur’an mengatakan “Maka nikmat mana lagi yang akan engkau dustakan”.
Kadang kita berpikir, kalau punya pekerjaan yang mapan dengan gaji yang besar, pastilah kita akan bahagia. Benarkah seperti itu? Belum tentu. Begitu punya pekerjaan mapan dan gajinya besar, tidak beberapa lama kita akan berpikir untuk memiliki hal yang lain lagi. Yang lain berpikir, kalau punya rumah, pastilah kita akan bahagia. Padahal belum tentu juga. Begitu punya rumah, kita akan berpikir untuk rumah lain yang lebih besar lagi dan seterusnya.
Di dalam kehidupan, kita memang harus mempunyai targetan dan impian. Kalau tidak memiliki targetan dan impian, hidup kita akan terasa datar. Targetan dan impian memang harus dimiliki, namun hal itu tidak boleh diiringi juga dengan rasa resah dan gelisah yang semakin membesar. Coba anda jawab! Kalau anda dapat mencapai targetan dan impian-impian anda, apakah anda akan merasa bahagia? Belum tentu. Karena targetan dan impian-impian anda itu berada di luar diri anda. Sedangkan bahagia itu sendiri harus dimulai dari dalam diri anda. Ingat!! DALAM DIRI ANDA!! Anda lah sendiri yang dapat memutuskan untuk bahagia. Detik ini juga! Saat ini juga! Sangat sederhana bukan?? Karena tombol untuk mengaktifkan kebahagiaan tersebut berada di dalam diri anda. Mudah sekali!! Semudah menekan tombol power televisi anda. Hehehehe
Bahagia itu dimulai dari dalam diri anda!!. Sederhana sekali. Maka, bersyukurlah atas apa yang anda miliki. Semua yang anda miliki adalah karunia dari Allah SWT.

Inspirasi tulisan dari buku Succes Protocol karya  Ippho Santosa.

Thursday, 25 June 2015

3 Jurus Jitu “Penakluk” Sampah!!

“Sampah!!”. Itulah sebuah kata yang sederhana jika diucapkan, tetapi berakibat fatal apabila keberadaannya dibiarkan “merajalela” begitu saja. Sampah tersebut akan mengancam kesehatan dan lingkungan kita. Kerusakan lingkungan seperti bencana yang terjadi didominasi oleh sampah sebagai penyebabnya. World Risk Report mencatat sepanjang 2002 hingga 2011, telah terjadi 4.130 bencana di seluruh dunia yang mengakibatkan lebih dari 1 juta meninggal dunia dan kerugian material mencapai US$1,195 triliun. Mengerikan!!
Sampah sangat dekat dengan kehidupan manusia. Segala aktivitas yang dilakukan manusia selalu menghasilkan sampah. Sampah adalah suatu barang atau benda yang dibuang karena tidak terpakai lagi. Misalnya, kita membeli permen dan memakannya. Nah, setelah kita selesai makan biasanya ada wadah plastik sebagai pembungkus permen tersebut. Wadah plastik tersebut akan menjadi sampah karena tidak terpakai lagi. Apa yang kita lakukan terhadap sampah plastik tersebut? Ya... pasti kita semua bisa menjawabnya dengan membuangnya ke tong sampah. Tetapi, apakah dengan membuang sampah tersebut ke tong sampah dapat menyelesaikan permasalahan sampah? Saya tegaskan BELUM BISA!!. Kalau hanya membuang sampah ke tong sampah, maka lama-kelamaan sampah tersebut akan menumpuk dan menggunung. Hal tersebut belum dapat menyelesaikan masalah bahkan akan menimbulkan masalah baru yaitu pencemaran lingkungan. Perlu adanya perlakuan terhadap sampah yang sudah terkumpul, yaitu dengan melakukan upaya memanage atau mengolah sampah tersebut. Jadi, redaksi kalimat “Buanglah sampah pada tempatnya” harus di tambah lagi dengan redaksi kalimat “Kemudian olahlah kembali sampah tersebut”. Ini baru Pas Mantaff!!! Hehehe
Sampah rumah tangga seperti sisa-sisa sayuran, sisa-sisa makanan, kemasan makanan yang tak terpakai, dan sebagainya adalah penghasil sampah terbanyak setiap harinya. Itu baru rumah tangga, bagaimana dengan tempat-tempat lain seperti restoran, perkantoran, mall, tempat wisata, sekolah, rumah sakit, dan pabrik-pabrik? Pasti banyak juga jumlahnya. Apabila sampah dari berbagai tempat tersebut terkumpul dalam satu tempat maka jumlahnya akan “very-very fantastik”. Bisa-bisa memecahkan rekor MURI dengan jumlah sampah teeerrrrbuuaaaanyaaaak. Hehehe
Sampah yang menumpuk setiap harinya akan menimbulkan berbagai masalah. Baik itu masalah kesehatan atau masalah lingkungan. Sampah tersebut dapat menimbulkan polusi air, udara, dan tanah. Sampah di sungai dapat menyumbat aliran air dan ketika musim penghujan datang maka akan menimbulkan bencana banjir contohnya di kota-kota besar yang selalu “berlangganan” banjir yaitu Jakarta, Tangerang dll. Sampah yang menumpuk disuatu tempat lama kelamaan akan menimbulkan bau tidak sedap. Bau tidak sedap itu pun akan mengganggu kegiatan masyarakat dan merusak kesuburan tanah. Oleh karena itu, perlu adanya penyadaran kepada masyarakat agar dapat mengatasi permasalahan sampah tersebut. Nah, bagaimana cara untuk mengatasinya? Ya ... dengan menggunakan 3 Jurus Jitu “Penakluk” Sampah. Hehehe
Inti dari ke-3 Jurus Jitu “Penakluk” Sampah ini adalah kita akan mampu memanajemen atau mengolah sampah yang ada. Permasalahan sampah timbul karena ketidakmampuan manusia dalam memanage sampah. Jangan sampai semakin hari sampah semakin menumpuk dan akhirnya menggunung seperti gunung Mount Everest. Hehehe. Ingat pribahasa!! “Sedikit demi sedikit lama-lama menjadi bukit”, Jika sampah dibiarkan “merajalela” setiap harinya tanpa dilakukan manajemen yang baik maka sampah tersebut akan semakin banyak dan akan mengancam kehidupan yang ada.
Untuk memanajemen sampah, salah satu cara yang cukup efektif adalah dengan menggunakan 3 Jurus Jitu “Penakluk” Sampah. Apa saja  3 Jurus Jitu “Penakluk” Sampah itu? Anda mulai penasaran? Sabarrr!! Sabarr!! Berikut ini penjelasan mengenai 3 Jurus tersebut. hehehe
Ke-3 Jurus tersebut disingkat 3R yakni Reduce, Reuse dan Recycle. Sudahkah anda mengenal mahluk 3R ini? Hehehe. 3R ini banyak dilakukan oleh para pecinta lingkungan karena sangat sederhana dan mudah sekali untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Memanajemen sampah dengan sistem 3R dapat dilakukan oleh siapa saja, kapan saja (setiap hari) dan di mana saja. Sistem 3R ini merupakan salah satu solusi yang dapat menyelesaikan berbagai masalah yang ditimbulkan oleh sampah. Ok, selanjutnya kita lanjut membahas R yang pertama yaitu Reduce.
            1. Reduce
Reduce berarti mengurangi. Kegiatan ini dilakukan untuk meminimalisir adanya sampah. Sehingga, sampah yang dihasilkan pun tidak banyak. Contohnya:
  • Bawalah tas belanja sendiri ketika berbelanja, ssehingga kita tidak perlu lagi menggunakan/membeli kantong plastik.
  • Mengurangi penggunaan kantong plastik biasa dengan plastik biodegradable. Plastik jenis ini lebih ekonomis dan ramah lingkungan karena mudah diuraikan
  • Jangan sering-sering jajan. Jajanan di sekolah-sekolah biasanya menggunakan kemasan plastik, seperti snack, permen, minuman, juga makanan. Lebih baik membawa bekal makanan atau minuman dari rumah sendiri
  • Usahakan mengprint atau fotokopi secara bolak-balik, apakah itu terkait dengan tugas sekolah atau yang lainnya. Dengan demikian, jumlah kertas yang diperlukan lebih sedikit
  • Gunakan email (surat elektronik) untuk berkirim surat supaya penggunaan kertas dapat diminimalisir
  • Hindari membeli barang-barang, baik makanan, pakaian, alat elektronik dan perabot rumah tangga secara berlebihan. Belilah barang yang sesuai kebutuhan saja.
            2. Reuse
Reuse berarti menggunakan kembali. Dengan menggunakan kembali benda-benda yang tidak terpakai, sampah menjadi berkurang dan kita tidak perlu lagi membeli barang karena barang yang kita perlukan masih ada. Contoh-contohnya yaitu:
  • Kumpulkanlah kantong plastik yang didapat dari pasar, supermarket atau tempat lainnya agar dapat digunakan kembali apabila kita membutuhkan kantong untuk membawa barang
  • Pilihlah wadah, kantong atau benda yang dapat digunakan beberapa kali atau berulang-ulang. Misalnya, pergunakan serbet dari kain dari pada menggunakan tissu, menggunakan baterai yang dapat dicharge kembali
  • Gunakan kaleng-kaleng bekas sebagai tempat pensil, pot tanaman, celengan, dan sebagainya. Agar lebih indah, kaleng tersebut bisa dicat dan dihias menggunakan kreativitas kita
  • Gunakan kembali wadah atau kemasan yang telah kosong untuk fungsi yang sama atau fungsi lainnya. Misalnya botol bekas minuman digunakan kembali menjadi tempat minyak goreng
  • Gunakan kembali baju-baju bekas tak terpakai sebagai lap atau keset. Selain itu, kita juga bisa membuat selimut, serbet, taplak meja, tas, atau dompet dari kain-kain bekas
  • Belajarlah membuat kerajinan dari barang-barang bekas. Menciptakan kerajinan akan melatih keterampilan dan menumbuhkan kreativitas
  • Gunakan produk yang dapat diisi ulang (refill). Misalnya alat tulis yang bisa diisi ulang kembali
  • Jual atau berikan sampah yang terpilah kepada pihak yang memerlukan misalkan tukang luak
            3. Recycle
Recycle berarti mendaur ulang. Dengan mendaur ulang sampah, benda-benda yang dibuang atau tidak terpakai akan dapat digunakan kembali bahkan akan bernilai jual. Kita harus mengumpulkan dan memilah-milah sampah yang ada dan mengelompokkannya menjadi sampah organik dan anorganik. Hal ini perlu dilakukan agar dapat memudahkan kita memberikan perlakuan kepada masing-masing kelompok sampah tersebut.
  • Sampah anorganik seperti plastik, kertas, botol plastik dan lain-lain dapat kita daur ulang kembali.  Contohnya: sampah kertas dus makanan bisa kita daur ulang menjadi kerajinan tempat pensil, sampah plastik bekas kemasan detergen dapat didaur ulang menjadi tas
  • Sampah organik seperti dedaunan kering, sisa-sisa makanan, dan limbah rumah tangga lainnya bisa kita daur ulang menjadi pupuk kompos atau pak-kan hewan ternak.

Itulah 3 Jurus Jitu “Penakluk” sampah yang cukup efektif untuk dilakukan dalam “menaklukkan” pertumbuhan sampah. 3 jurus yang sederhana ini bisa memberikan dampak yang signifikan bagi penanganan sampah dan dapat dilakukan oleh siapa saja, kapan saja dan dimana saja. Salah satu tempat yang efektif untuk mengimplementasikan 3 jurus ini adalah di sekolah. Sekolah dapat memberikan pembelajaran dan pembiasaan kepada siswa dalam memanajemen sampah. Para siswa harus didik sejak dini untuk ramah terhadap lingkungan sebagai bekal di masa depan mereka. Sebagai contoh implementasinya yaitu di sekolah SD yang pernah saya tempati. Di SDN 014 Gunung Belah Tarakan Kalimantan Utara dan SDN Indularang Kec Taraju Kab Tasikmalaya Jawa Barat.
Dari kedua SD tersebut saya selalu berusaha untuk menerapkan 3 Jurus “Penakluk” sampah tersebut, misalnya:
           1.      SDN 014:
ü  Mengolah sampah kertas koran dan kardus menjadi tempat tissu dan gantungan kelas
ü  Sampah kertas dan karton diolah menjadi display kelas
ü  Sampah kertas koran diolah menjadi taplak meja dan bunga
ü  Sampah botol plastik air mineral diolah menjadi hiasan bunga/hiasan gantungan kelas/menjadi tempat pensil/tempat vas bunga
ü  Sampah sedotan dan kardus diolah menjadi hiasan rumah-rumahan
ü  Sampah plastik kopi diolah menjadi hiasan bunga

Siswa SDN 014 berkreasi taplak meja dan tempat tissu dalam acara Hasta Karya

        2.      SDN Indularang:
ü  Mengolah sampah kertas, kardus, dedaunan dan lain-lain menjadi tempat sampah mini
ü  Sampah kertas dan karton diolah menjadi display kelas
ü  Sampah koran dan sedotan menjadi gantungan kelas

Tong sampah mini kreasi siswa kelas II SDN Indularang

Bagi kebanyakan orang, sampah  di anggap sebagai sesuatu yang kurang bermanfaat. Tetapi sampah tersebut dapat kita “sulap” menjadi sesuatu yang bermanfaat dan bernilai jual. Mengolah sampah juga tidak memerlukan biaya yang banyak karena semuanya ada disekitar kita. Kita tinggal mengolahnya saja dengan kreatifitas yang kita miliki.
Memanajemen sampah dengan sistem 3R, di samping untuk menjaga  kehidupan yang ada, pemanfaatan sampah tersebut mampu memberikan ilmu bagi para siswa/kita semua, menanamkan karakter cinta dan peduli terhadap lingkungan dan dapat membantu pemerintah juga dalam mengatasi pencemaran lingkungan. Untuk itu, mari kita memanage sampah yang ada di sekitar kita dengan menggunakan 3 Jurus “Penakluk” Sampah. Go Green!


Sumber: Bahan dikutif dari pelbagai sumber